Stroller sudah dibuka, tas sudah rapi, dan semua perlengkapan sudah dibawa. Namun, begitu si kecil diletakkan di dalamnya, ia langsung menangis dan minta digendong. Situasi seperti ini cukup sering terjadi, terutama saat bayi baru pertama kali menggunakan stroller atau sedang berada dalam fase lebih lekat dengan orang tua.
Menangis bukan berarti bayi pasti membenci stroller. Bisa jadi waktunya kurang tepat, posisi duduknya tidak nyaman, atau ia belum terbiasa dengan suasana baru. Sebelum menyerah dan menyimpan stroller di gudang, coba cari tahu penyebabnya terlebih dahulu.
Kenapa Bayi Tidak Betah di Stroller?
Beberapa penyebab yang paling umum antara lain:
- bayi sedang lapar, mengantuk, atau popoknya penuh;
- posisi sandaran tidak sesuai dengan usia dan kemampuan tubuhnya;
- sabuk terlalu ketat, terpelintir, atau justru terlalu longgar;
- cuaca terasa panas dan bagian dudukan membuat punggung berkeringat;
- bayi kaget dengan suara, getaran roda, dan lingkungan baru;
- ia sedang ingin dekat dan melakukan kontak langsung dengan orang tua;
- tipe stroller kurang sesuai dengan kebutuhan bayi atau kondisi jalan.
Perhatikan kapan bayi mulai menangis. Jika ia sudah rewel sebelum masuk stroller, kemungkinan masalah utamanya bukan pada stroller. Namun, jika tangisan selalu muncul setelah posisi sandaran diubah atau sabuk dipasang, bagian tersebut perlu diperiksa lebih dahulu.
9 Cara Membuat Bayi Lebih Betah di Stroller
1. Mulai dari rumah
Jangan menunggu hari liburan untuk memperkenalkan stroller. Buka stroller di rumah dan biarkan bayi melihatnya terlebih dahulu. Setelah itu, dudukkan bayi selama beberapa menit sambil Anda tetap berada di depannya.
Ketika bayi mulai tenang, dorong perlahan mengelilingi ruangan atau halaman. Lingkungan yang familiar membuatnya lebih mudah menerima pengalaman baru.
2. Pilih waktu ketika bayi sedang nyaman
Waktu terbaik untuk latihan adalah setelah bayi kenyang, popoknya bersih, dan ia tidak terlalu mengantuk. Bayi yang sudah lelah biasanya lebih mudah menangis, bahkan ketika posisi strollernya sebenarnya sudah benar.
Hindari memulai latihan tepat ketika Anda sedang terburu-buru. Suasana tegang sering membuat orang tua terus mencoba meskipun bayi sudah memberikan tanda tidak nyaman.
3. Atur posisi sandaran sesuai usia
Newborn belum mampu menopang kepala dan leher dengan baik sehingga memerlukan stroller yang memang dapat digunakan sejak lahir, dengan posisi rebah penuh atau bassinet sesuai petunjuk produk. Bayi yang sudah bisa duduk mandiri biasanya lebih senang melihat sekeliling dengan sandaran sedikit lebih tegak.
Jika masih ragu, baca panduan memilih stroller dari newborn hingga balita sebelum mengubah posisi duduk.
4. Periksa sabuk dan bagian dudukan
Pastikan tali tidak terpelintir, gesper tidak menekan paha, dan posisi pengikat bahu sesuai tinggi bayi. Sabuk harus cukup rapat untuk menahan tubuh, tetapi tetap memberi ruang agar bayi dapat bernapas dan bergerak dengan nyaman.
Cek juga apakah ada remah, label pakaian, lipatan kain, atau benda kecil yang menekan punggung. Hal sepele seperti ini sering tidak terlihat dari luar, tetapi terasa sangat mengganggu bagi bayi.
5. Bawa benda yang familiar
Mainan kecil atau kain dengan aroma rumah dapat membantu bayi merasa lebih tenang. Pilih benda yang aman dan tidak memiliki tali panjang. Jika menggunakan mainan gantung, pasang sesuai petunjuk agar tidak jatuh ke wajah atau terjangkau dalam posisi yang berisiko.
Hindari menumpuk bantal, selimut tebal, atau aksesori tambahan di sekitar kepala bayi. Ruang duduk tetap perlu lega dan memiliki aliran udara yang baik.
6. Mulai dari perjalanan singkat
Target pertama tidak perlu langsung satu jam di mal. Cukup berjalan lima sampai sepuluh menit di sekitar rumah, lalu tambah durasinya secara bertahap. Berhenti saat pengalaman masih terasa menyenangkan agar bayi tidak mengingat stroller sebagai tempat yang membuatnya terjebak terlalu lama.
7. Ajak bicara selama perjalanan
Posisi di stroller membuat bayi tidak selalu bisa melihat wajah orang tua. Suara Anda dapat menjadi penanda bahwa ia tetap ditemani. Ajak bicara, nyanyikan lagu yang biasa didengar, atau sesekali berhenti di tempat aman untuk melakukan kontak mata.
8. Perhatikan suhu dan kondisi jalan
Kanopi memang membantu mengurangi paparan matahari, tetapi bagian dalam stroller tetap bisa terasa panas. Periksa tengkuk dan punggung bayi secara berkala. Pilih pakaian yang menyerap keringat serta hindari menutup stroller dengan kain tebal yang menghambat sirkulasi udara.
Getaran dari roda kecil juga bisa terasa kuat di trotoar yang tidak rata. Jika Anda sering berjalan di luar ruangan, stroller dengan roda dan suspensi yang lebih kokoh mungkin lebih nyaman dibanding travel stroller yang sangat ringan.
9. Jangan dipaksa ketika bayi sudah sangat rewel
Jika semua kebutuhan sudah dicek tetapi bayi tetap menangis keras, berhenti sejenak. Gendong dan tenangkan lebih dahulu, lalu coba kembali pada waktu lain. Tujuan latihan adalah membangun kebiasaan yang positif, bukan membuat bayi bertahan selama mungkin.
Bisa Jadi Tipe Strollernya Kurang Cocok
Tidak semua stroller cocok untuk setiap anak. Ada bayi yang lebih nyaman dengan dudukan lebar, ada yang membutuhkan posisi menghadap orang tua, dan ada pula yang mudah tertidur ketika suspensinya terasa lebih lembut.
Kebutuhan orang tua juga ikut menentukan. Travel stroller memang ringkas untuk masuk bagasi dan dibawa bepergian, tetapi stroller standar biasanya menawarkan dudukan, recline, serta roda yang lebih nyaman untuk penggunaan harian. Jika bayi terus menolak meski sudah dibiasakan, mencoba model lain dapat membantu menemukan penyebabnya.
Menyewa stroller lebih dahulu memberi Anda kesempatan untuk mengecek kecocokan tanpa buru-buru membeli. Pilihan yang tersedia dapat dilihat di halaman sewa stroller BabyBox.
Checklist Sebelum Mulai Jalan
Sebelum stroller didorong, lakukan pengecekan singkat berikut:
- rangka sudah terbuka dan terkunci sempurna;
- rem berfungsi saat dicoba;
- sabuk terpasang sesuai posisi tubuh bayi;
- tidak ada tas berat yang digantung pada handle;
- keranjang bawah tidak melebihi kapasitas;
- kanopi dan sandaran sudah disesuaikan;
- bayi tidak ditinggalkan tanpa pengawasan.
Saat membuka atau melipat stroller, jauhkan tangan anak dari bagian engsel. Jari kecil mudah masuk ke celah yang bergerak tanpa disadari.
FAQ Seputar Bayi dan Stroller
Berapa lama bayi perlu dibiasakan naik stroller?
Setiap bayi berbeda. Ada yang nyaman setelah dua atau tiga kali mencoba, ada pula yang membutuhkan beberapa minggu. Lakukan secara bertahap dan jangan membandingkan prosesnya dengan anak lain.
Apakah bayi harus menghadap orang tua?
Posisi menghadap orang tua dapat membantu sebagian bayi merasa lebih aman, terutama pada masa awal. Ketika bayi lebih besar dan tertarik melihat lingkungan, posisi menghadap depan mungkin lebih menyenangkan.
Bolehkah bayi tidur di stroller?
Bayi bisa tertidur saat perjalanan, tetapi tetap harus diawasi dan sabuk terpasang dengan benar. Setelah sampai di tujuan, pindahkan bayi ke permukaan tidur yang datar dan aman, terutama untuk tidur yang lebih lama.
Apakah stroller sewaan aman untuk bayi sensitif?
Tanyakan proses pencucian, pengeringan, pemeriksaan sabuk, roda, dan rangka. BabyBox menjalankan sterilisasi lima tahap sebelum unit dikirim ke penyewa berikutnya.
Temukan Stroller yang Lebih Cocok untuk Si Kecil
Jika Anda belum yakin apakah si kecil membutuhkan travel stroller, stroller full size, atau model yang dapat menghadap orang tua, konsultasikan usia, berat, dan rencana penggunaannya kepada tim BabyBox. Stroller dapat diantar dan dijemput kembali ke alamat Anda di area Jabodetabek.
